Tuesday, March 9, 2010

Back to the place I used to call home

My daughter
Rifa play above the red soil of Cikampek

Sebelum pindah (lagi) ke Bandung tahun 1995, saya menghabiskan masa kecil sampai SMP di kota kecil yang mendadak dikenal orang ketika jalan tol Jakarta - Cikampek selesai dibangun. Ya.. Cikampek..



Kota kecil yang panas ini memiliki banyak keunikan. Salah satunya warna tanah. Cikampek terkenal dengan tanahnya yang MERAH (red soil). Dulu saya ingat kalau habis bermain di tanah lapang, baju, sandal, dan kaki belepotan dengan tanah yang berwarna merah kecoklatan. Kalau hujan datang, genangan air terlihat berwarna kuning kecoklatan. Tekstur tanahnya juga cenderung halus, lembut dan lengket. Karena itu saya dan adik saya sering banget main anjang-anjangan menggunakan tanah ini. Saya mencampur tanah dengan sedikit air, lalu mencetaknya menjadi bentuk kue-kue. Setelah itu dijemur sampai kering, dan tadaaa.. Jadilah cookies aneka bentuk dari tanah merah. :)

Karena tanah merah ini daerah Plered - Purwakarta, kota tetangga Cikampek terkenal dengan kerajinan tembikar dan keramik. Kalau mau membeli guci, pot, dan celengan tanah liat, di Plered lah sentranya. Walaupun akibat beroperasinya jalan tol Cipularang, sentra keramik Plered menjadi sepi karena jalur itu sekarang sudah jarang dilalui kendaraan.





Selain tanah, Cikampek dan Purwakarta yang saya kenal juga memiliki sajian kulineritas yang khas. Salah satunya yang sudah terkenal kemana-mana adalah SATE MARANGGI. Sajian sate daging sapi yang berbeda dari sate biasa pada umumnya. Aroma bumbu dari sate ini sangat tajam karena menggunakan ketumbar dan bumbu-bumbu lain yang membuat sate ini wangi. Selain itu, sate ini dipanggang dalam keadaan matang. Jadi daging sapi sudah dibumbui dan dimasak terlebih dahulu sampai empuk, baru kemudian ditusuk dan dipanggang. Walhasil satenya sudah alreday well done kalo minjem istilah kematangan daging steak.

Sate Maranggi Cibungur 
Sate Maranggi Cibungur


Saus yang digunakan juga bukan saus kacang. Tapi menggunakan potongan tomat muda yang diiris lalu digerus kasar bersama cabe rawit, lalu dicampur dengan kecap manis yang kental. Ditambah dengan acar bawang dan mentimun, sajian Sate Maranggi dijamin akan membuat penikmatnya nambah dan nambah lagi...

Selain Sate Maranggi, karena Cikampek merupakan daerah pesisir Pantura, maka Es Kelapa Muda merupakan minuman yang sudah pasti gampang dijumpai di berbagai rumah makan. Namun kalau mau mencicipi Es Kelapa Muda dengan kemanisan dan kesegaran yang khas, harus coba Es Kelapa Muda Cibungur. Saya ingat dulu Es Kelapa Muda disini disajikan dengan cangkir alumunium dengan motif seperti baju militer. Sampai sekarang, Rumah Makan ini masih mempertahankan tradisi menyajikan dengan cangkir alumunium, tapi dengan corak polos.


Es Kelapa Cibungur 
Es Kelapa Muda Cibungur # Combro dan goreng pisang


Selain Sate Maranggi, sajian khas Cikampek yang lain adalah AYAM KAMPUNG BAKAR. Mendengar namanya seprti yang biasa saja.. Tapi begitu kita mencicipi ayam bakar khas Cikampek, pasti baru ngeh kalo rasanya berbeda. Gak percaya? Kalo ke Cikampek coba deh mampir ke Warung Ayam Bakar yang terletak di dekat Pasar Cikampek. Disitu Ayam Bakar per ekor dijual Rp 50.000,-. Disajikan dengan Sambal Kecap yang rasanya pun sangat khas. Wah rasa Ayam Bakarnya benar-benar ngangenin deh... Keluarga saya seneng banget makan ayam ini dengan hanya digado tanpa nasi. Sayang kemaren saya gak sempet mampir ke Warung Ayam Bakar langganan. Tapi sempat mendokumentasikan Ayam dan Gurame Bakar di RM Cibungur.

Ayam dan Gurame Bakar Cibungur
Ayam dan Gurame Bakar



Dan ini beberapa potret hijaunya lingkungan yang dulu saya biasa menyebutnya sebagai "HOME". :)







Bunga kecil ini dulu biasa saya petik lalu saya rangkai menjadi gelang atau kalung.

















Red Soil of Cikampek
# Rifa my lovely angel # My brother # Daun putri malu


Lizard and Pipe
Kadal seperti ini adalah hal biasa di rumah tempat tinggal saya di Cikampek. Kalo gak kadal ya ular.. Hehehehe... Pipa air itu biasa dipakai keluarga saya untuk mencuci mobil dan menyiram tanaman. 


And I miss all the green view already..

5 comments:

Ike Hermawan said...

Ehmm...nice shot! nice story...:)
I miss it, so much...
sate maranggi...:D

Rachmah Setyawati said...

Ahaii...kamera baru ya Mira??
kinclong semua... what a nice shots
sate maranggiii...pingiin

Sofie said...

Mirrrr...
kameranya baru yaaaa.. keren2 euy fotonya :)

Mira Mamanya Rifa said...

Teh Ike, Mba R, Teh Sofie.. hatur nuhun yaa... Kayaknya asik nih kalo kapan-kapan kita semua ngumpul makan rame-rame di Sate Maranggi Cibungur. Wiih bakalan heboh jaya... :D

me said...

miraa... resepna manaa...? pingin bikin yeuh... foto2na huhuy...